aku adalah sebatang rumput di antara padang ilalang. aku adalah sebatang rumput yang tidak mempunyai arti apapun dibanding seluruh padang ini. kecuali untukku sendiri, dan kalau benar untuk orang-orang yang mencintaiku. aku adalah sebatang rumput yang aku sendiri tidak tahu siapa namaku. tapi aku tahu kapan saja aku bisa terbakar dan tercerabut. terbakar dan dilupakan. atau memang aku telah dilupakan. tapi itu tidak penting bagiku. karena bagaimanapun aku hanya jenis yang sama dari mereka. aku bukan sebatang kelapa atau pepaya di antara padang ini. aku hanya sekedar rumput. dan siapa saja dapat mencerabutku tanpa merasa berdosa.
aku hanya sebatang ini. tanpa bekal apapun selain akarku yang terbatas menjangkau. aku rumput yang tidak jauh berbeda dengan mereka, yang merasa senang ketika tiba-tiba gerimis sore datang. yang merasa senang memerhatikan bulan berlayar di tengah malam, ketika udara siap menelurkan embun pada tubuhku. juga pada seluruh padang yang masih samar meliuk diterpa angin kecil. aku adalah rumput, dan Tuhan selalu lebih tahu kenapa aku diciptakan sebagai ini. kadang pula aku bermimpi tumbuh sebagai rotan, agar burung-burung bisa beristirahat di bahuku. dan ketika aku tidak lagi mampu tumbuh, seorang pengrajin dapat membikinku menjadi kursi rotan. menjadi anyaman rotan. menjadi penggebuk guling, dan kasur. atau menjadi apapun tidak sepertiku yang akan usang atau dibakar.
aku adalah rumput dan usiaku tidak begitu panjang. jadi aku ingin bersahabat. dengan seluruh padang ini. dengan seluruh yang bisa mendengar kemerisik batang rapuhku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar